There was an error in this gadget

Monday, January 12, 2009

Gerhana Matahari Cincin 26 Januari 2009

Setelah melihat ada artikel baru di Langit Selatan tentang GMC tanggal 26 Januari 2009, Saya baru ingat bahwa waktunya sudah cukup dekat. Oleh sebab itu, di dalam artikel ini akan coba dibahas lebih dalam seluk beluk tentang gerhana Matahari cincin.

Overview
Gerhana Matahari Cincin (Annular Solar Eclipse) adalah peristiwa terhalangnya piringan Matahari oleh piringan Bulan, namun karena Bulan saat itu ada di apogee (jarak terjauhnya dari Bumi) sehingga piringan Bulan sedikit lebih kecil dibandingkan dengan piringan Matahari. Alhasil, piringan Matahari tertutup Bulan tetapi bagian tepinya tidak tertutup dan nampak seperti cincin. Untuk lebih jelasnya, perhatikan ilustrasi di bawah ini:

Sumber : en.wikipedia.org

Simulasi Gerhana Matahari Cincin (GMC) dapat Anda lihat di bawah ini (sumber : www.astrodeneb.org):



Penduduk bumi yang ada di daerah B saja yang pada tanggal 26 Januari nanti bisa mengamati GMC, sisanya (di daerah C) hanya bisa mengamati GM sebagian. Di luar kedua daerah tersebut, tidak akan teramati gerhana apapun. Pada momen GMC 26 Januari 2009 ini, bayang-bayang utama (umbra) Bulan yang jatuh di permukaan Bumi hanya selebar 280 km, sehingga tidak seluruh tempat berkesempatan untuk menyaksikan fase cincin. Momen puncak gerhana sendiri hanya berlangsung kurang dari 8 menit.


Lintasan Gerhana
Gerhana Matahari pertama di tahun 2009 ini terjadi saat Bulan ada di titik simpul naiknya (ascending node) di daerah rasi Capricornus. Gerhana ini termasuk dalam rangkaian gerhana Saros 131. Gerhana Matahari Cincin akan dapat teramati pada daerah yang cukup luas, melewati Samudera Hindia dan bagian barat Indonesia. Gerhana Matahari Sebagian akan dapat diamati dari daerah yang lebih luas, mencakup bagian selatan Afrika, Madagaskar, Australia kecuali daerah Tasmania, tenggara India, Asia tenggara dan Indonesia.

Pada gambar di atas ini, kedua garis biru masing-masing menandai batas paling utara ("atas") dan paling selatan ("bawah") untuk dapat menyaksikan fase cincin GMC. Garis merah adalah jejak greatest eclipse, yaitu momen yang berlangsung ketika jarak sumbu bayang-bayang Bulan dengan pusat Bumi mencapai maksimum. Animasi di bawah ini menunjukkan daerah mana saja yang dapat mengamati gerhana tersebut (sumber: NASA).

Image showing the region where the eclipse was visible. Credit: NASA

Di Indonesia sendiri, daerah yang dilalui lintasan gerhana Matahari cincin ini akan melintasi bagian selatan pulau Sumatera (Lampung dan sekitarnya), bagian barat pulau Jawa (Cilegon, Serang, Anyer, dan sekitarnya) dan bagian tengah pulau Kalimantan. Sedangkan pengamat di wilayah Indonesia lainnya hanya bisa menyaksikan gerhana Matahari sebagian.

Peristiwa GMC 26 Januari 2009
Proses GMC itu akan diawali dengan tertutupnya piringan Matahari oleh Bulan pada pukul 15.21 WIB. Kemudian Matahari akan berubah menjadi bentuk sabit hingga akhirnya seluruh piringan Bulan sudah berada di dalam piringan Matahari. Inilah yang disebut dengan puncak GMC, yang akan terjadi pada pukul 16.40 WIB. Kita akan melihat Matahari berbentuk cincin selama sekitar 6 menit. Setelah itu Bulan mulai keluar dari piringan Matahari hingga pada pukul 17.52 WIB Bulan sudah benar-benar meninggalkan piringan Matahari sebagai tanda bahwa peristiwa GMC ini sudah berakhir. Jadi dari perhitungan di atas, berarti waktu yang kita miliki untuk melihat Bulan menutupi Matahari adalah sekitar 90 menit.

Di Tanjung Karang (Lampung), fase cincin dimulai pukul 16.38 WIB, puncak gerhana 16.41 WIB, dan fase cincin berakhir pada pukul 16.44 WIB.Si Samarinda (Kaltim), fase cincin dimulai pukul 17.48 WITA, puncak gerhana 17.49 WITA, dan fase cincin berakhir pada pukul 17.50 WITA.Sebagian kecil daratan di Sulawesi juga dilintasi bayang-bayang Bulan. Di Manado, awal gerhana (kontak I) dimulai pukul 16.42 WITA, momen puncak gerhana 17.49 WITA, dan akhir gerhana (kontak 4) pada pukul 18.50 WITA.

Untuk simulasi GMC ini dari berbagai daerah, silakan dilihat di sini.

Pengamatan Gerhana
Untuk mengamati gerhana ini, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan:

1. Safety Procedures.
Mengamati gerhana Matahari dengan cara yang salah (tanpa pelindung, baik dengan mata langsung maupun dengan menggunakan binokular, teropong, teleskop tak berpelindung) dapat mengakibatkan KEBUTAAN PERMANEN. Hal ini disebabkan pada saat kita mengamati piringan Matahari (meskipun sudah tertutup sebagian) tetap memancarkan energi yang besar yang dapat mengurangi kepekaan mata bahkan membakar retina kita!. Tapi, tentunya hal ini jangan membuat Anda menjadi paranoid atau takut untuk mengamati gerhana.

Cara yang aman untuk mengamati Gerhana Matahari antara lain dengan :
a. Kamera lobang jarum.


b. Filter Matahari
Filter ini umumnya sering digunakan untuk mengamati gerhana matahari dengan alat pengamatan seperti teleskop.

Filter Matahari ini juga ada yang dapat dipakai untuk pengamatan langsung.

Anda juga dapat membuat filter Matahari ini sendiri. Lihat penjelasannya di sini.

c. Mengamati gerhana lewat proyeksinya. Cara ini juga murah dan sederhana untuk dilakukan jika kita mempunyai dan ingin menggunakan alat bantu optik (misalnya teleskop) untuk mengamati gerhana. Anda dapat meletakkan selembar kertas putih di belakang teleskop untuk menangkap proyeksi peristiwa gerhana tersebut.

Source : ESO

Safety procedures lainnya dapat di sini.

Sekali lagi diingatkan :

JANGAN SEKALIPUN MENGAMATI MATAHARI TANPA FILTER PENAPIS CAHAYA MATAHARI, BAIK MEMAKAI MATA TELANJANG, (apalagi) TELESKOP, ATAU ALAT BANTU OPTIK LAINNYA, KARENA AKAN MERUSAK DAN BAHKAN MEMBUTAKAN MATA ANDA SECARA PERMANEN.

2. Lokasi pengamatan
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, GMC ini hanya bisa diamati dari daerah-daerah tertentu saja. Jika Anda tidak tinggal di daerah yang dilewati lintasan umbra Bulan, maka Anda harus melakukan perjalanan luar kota. Hal yang perlu diperhatikan adalah transportasi dan akomodasi Anda selama di sana.

3. Cuaca
Kita tidak bisa memastikan bahwa cuaca pada hari-H akan cerah. Oleh karena itu kita harus mempersiapkan diri jika terjadi hujan besar saat itu. Peralatan yang kita bawa harus bebas dari resiko basah terkena hujan. Anda dapat melengkapi bawaan dengan sejumlah tas plastik besar (trash bag) sebagai antisipasi darurat kala hujan turun tiba-tiba.

2 comments:

hanieftrihantoro said...

sumber dari weblog astronominya belum dicantumkan? yang sudah dicantumkan baru yang langitselatan aja . . . :-)

destiny_of_aries said...

oh iya. Akan saya cantumkan juga. Terima kasih.