There was an error in this gadget

Thursday, September 3, 2009

Astronomers Find Most Distant Supermassive Black Hole Yet


Astronom dari Universitas Hawaii telah berhasil mengamati sebuah galaksi raksasa yang mengelilingi sebuah supermasif black hole terjauh. Galaksi tersebut berjarak 12,8 milyar tahun , nampak sebesar galaksi Bimasakti dan memiliki sebuah supermasif black hole yang mengandung sedikitnya 1 milyar kali massa dibandingkan massa Matahari.

Pengetahuan tentang galaksi induk dari sang supermasif black hole sangat penting untuk memahami misteri bagaimana galaksi dan black hole telah berevolusi bersama. Hingga saat ini, proses pembelajaran galaksi induk dari alam semesta yang jauh sangat sulit akibat sinarnya terhalang oleh black hole.

Asal muasal dari supermsif black hole masih merupakan masalah yang belum terpecahkan dan penemuan baru ini dapat membuka jalan baru untuk menginvestigasi evolusi bersama galaksi-black hole pada awal terbentuknya alam semesta.

Model yang disukai saat ini membutuhkan beberapa black hole berukuran sedang untuk bergabung. Galaksi induk yang ditemukan dalam penelitian ini menyediakan sumber black hole berukuran sedang tersebut. Setelah membentuk supermasif black hole, black hole ini akan terus berkembang karena kemampuan gravitasinya untuk menarik massa dari objek di sekelilingnya. ENergi yang dilepaskan dalam proses ini berkontribusi atas munculnya sinar terang yang diemisikan dari daerah di sekeliling black hole.

Artikel dari peneliti dapat di-download di sini

Sumber: Universe today

2 comments:

Anonymous said...

blog yg menarik..sy plajar Falak @ Astronomi Islam di Universiti Malaya, Kuala Lumpur..klau awk nk source lebih banyak, masuk blog ni; astromas2020.blogspot.com..tapi bukan blog sy:)..sy pn b'cdg nk buat blog @ laman web astronomi/falak tapi belum tahu bila..

Anonymous said...

Hans gila. Gua gak ngerti ini blog isinya apaan sih? Baru buka halaman depan, udah ada teleskop. Wah, bener2 gila nih blog, sama ama yang buat.

Btw, Hans sahabat baik gua. Kangen gua ama dia. Kapan yah gua bisa ke Bandung lagi?

(Oktanu Riyanto)